| You can always make me smile, I try always make you smile |
Assalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh
Kok lagunya Afgan judulnya Sabar? Awalnya sedikit penasaran. Pas dengerin sedikit cuplikan lagunya, dalam hati nanya, "Mana kata sabarnya?". Pas waktu lagi asik ngepel, gak sengaja denger di radio, "Ohhh kata sabar-nya di depan, bukan di reff". Lalu tiba-tiba ngena' bingit bagian "rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu", awww memori-memori kehidupan mulai berguguran hehehe... lebay ._.
Sabar, sabarlah cintaku
Hanya sementara kau harus dengannya,
kau harus bersamanya kini
Sabar, sabarlah cintaku
Takkan selamanya karna sebenarnya
kau tahu sesungguhnya aku
Aku yang paling kau cinta, aku yang paling kau mau
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu
Aku yang pasti kau cinta, aku yang pasti kau mau
Selamanya di hidupmu, aku kekasihmu
-afgan/sabar-
Dari kecil, saya bisa dibilang hobi banget lari-lari cari kertas dan pulpen/pensil untuk dipake nulis lirik lagu yang lagunya pas ditayangin di TV atau diputer di radio. Pas jaman saya SD, selain banyak yang punya buku kecil khusus yang isinya biodata temen-temen sekelas, ada juga yang punya buku khusus lirik-lirik lagu. Yaaa kayaknya saya juga terobsesi punya buku lirik lagu gitu mangkanya tiap ada lagu favorit berkumandang, jari-jari tangan kanan saya langsung menari-nari tanpa pola, berantakan.
Sampai sekarang, saya masih suka dengan lirik lagu. Bukan lagi untuk ditulis di buku tapi untuk disimpan di komputer. Tapi yang saya suka aja. Kalau yang ngena' isinya, sejak nulis di Catatan Facebook, saya suka banget nyelipin lirik lagu di tulisan saya. Seolah-olah, kalau tulisan (ungkapan hati kalik ya tepatnya heheu) saya itu pelem, lirik lagu yang saya lampirin itu support soundtracknya hehehe... XD
Oke, kembali ke topik. Sabar.
Saya ada sahabat yang nun jauh di sana (serius, ini beneran lebayyy padahal deket aja). Jadi saya gak tahu pasti gimana dia menjalankan hari-harinya yang baru di awal-awalnya. Saya rasa dia enjoy-enjoy aja, saya harap juga gitu. Kayaknya sekarang semakin terasa enjoy. Entahlah. Kalau sampai sekarang pun saya masih yang bertanya-tanya sendiri, mungkin saya cuma ingin belajar memposisikan diri seperti dia. Pffft mata membengkak berhari-hari dulu mungkin, tembok uda banyak cakaran-cakaran kuku yang gak mood dipotong ._. Mungkin saya juga butuh banget Afgan atau sapa aja (hai di luar sana, siapapun yang paham) nyanyiin lagu ini buat saya, berulang-ulang sampai airmata habis, sampai airmata mengerti makna "hanya sementara". Perfecto lebay.
Sampai sekarang, saya masih suka dengan lirik lagu. Bukan lagi untuk ditulis di buku tapi untuk disimpan di komputer. Tapi yang saya suka aja. Kalau yang ngena' isinya, sejak nulis di Catatan Facebook, saya suka banget nyelipin lirik lagu di tulisan saya. Seolah-olah, kalau tulisan (ungkapan hati kalik ya tepatnya heheu) saya itu pelem, lirik lagu yang saya lampirin itu support soundtracknya hehehe... XD
Oke, kembali ke topik. Sabar.
Saya ada sahabat yang nun jauh di sana (serius, ini beneran lebayyy padahal deket aja). Jadi saya gak tahu pasti gimana dia menjalankan hari-harinya yang baru di awal-awalnya. Saya rasa dia enjoy-enjoy aja, saya harap juga gitu. Kayaknya sekarang semakin terasa enjoy. Entahlah. Kalau sampai sekarang pun saya masih yang bertanya-tanya sendiri, mungkin saya cuma ingin belajar memposisikan diri seperti dia. Pffft mata membengkak berhari-hari dulu mungkin, tembok uda banyak cakaran-cakaran kuku yang gak mood dipotong ._. Mungkin saya juga butuh banget Afgan atau sapa aja (hai di luar sana, siapapun yang paham) nyanyiin lagu ini buat saya, berulang-ulang sampai airmata habis, sampai airmata mengerti makna "hanya sementara". Perfecto lebay.
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya,
Gak dalam posisi itu aja uda agak-agak bikin pengen nangis nih dengerin Afgan bilang sabar sabar mulu. Suaranya yang agak berat semacam dia bilang sabar sambil ngelus-ngelus kepala, pukpuk pundak, ato sambil meluk. Ah sudah, jangan diteruskan lagi. Kalau Afgan adalah ayah, suami, kakak ato adek kita #rapopo hihihi... ;)
Lirik lagu Afgan ini saya persembahkan untuk semua (yang gak sengaja terdampar di sini pastinya) yang mungkin sedang ada di situasi yang membutuhkan ekstra sabar untuk menghadapinya. Mungkin gak mudah, mungkin bikin pengen "muntah" tapi pasti bisa :')
Sabar, sabarlah cintaku...
Wassalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh
No comments:
Post a Comment
Terimakasih :)