Assalamu'alaikum warohmatulloohiwabarokaatuh
Alhamdulillah... semalem hujan \(^o^)/
Beberapa hari ini sebenarnya saya sangat menunggu awan mendung. Ada perasaan tenang yang gak bisa saya jelaskan kalau langit menunjukkan warna yang lebih gelap dari biasanya. Yang pasti saya sangat suka mendung, suka tempat dimana saya berada terasa lebih gelap (bukan karena listrik mati tapinya yah), suka ketika setelahnya hujan perlahan turun lalu aroma tanah mulai tercium mmm...
Tapi yang suka sensasi seperti itu, khususssnya bau tanah tadi, bukan punya saya aja ya? Buanyak banget ternyata yang suka. Apa karena hujan terasa begitu lama tidak kunjung datang karena terik yang melanda lebih banyak daerah di Indonesia terasa semakin hot dari hari ke harinya? Sehingga tatkala hujan turun, selain suara hujan yang pertama kita rasakan lalu ada aroma tanah yang gak mungkin kita abaikan. Pasti tercium.
Sama dengan terik matahari yang terasa begitu panasnya, begitu lamanya, sampai bertanya-tanya "Kapan ya hujan turun?", kehidupan di luar cuaca juga terasa gitu ya? Tapi ini berlaku ke bagaimana saya menyikapinya aja sih *duh jadi curhat* *gak jadi nerusin*.
![]() |
| Source: http://abuhanifah.tumblr.com (Thank You) |
Intinya, kalau tweetnya @opick_tomboati1 "Bersabar dalam proses, mencintai detik-detik berlalunya, segala sesuatu akan sampai pada waktunya". Jadi jelas ya (Din)? :')
Tuhanku, ku ingin bercerita
Ku tunduk bersujud, ku mulai berdoa
Lelahnya jiwaku, beratnya langkahku
Tuhanku, ku rindu tawaku yang dulu
Kejujuran, kebenaran yang dulu ku tahu
Kemana semua, sejauh itukah ku sesat sudah
Peluklah semua tanyaku, jawablah dengan cara-Mu
Tuhanku, ku ingin berkelana kembali mencari jalan ke rumah
Bukan di sini tempatku, bukan mereka yang ku cinta
Hari ini ku mengenali arti keberanian yang menerbangkanku
di atas semua derita dan apa kata dunia
Usai semua sandiwara, cukup ku berpura-pura
Sejujurnya hanya dia yang ku cinta
Ke hatinya aku ingin...
pulang
-pulang/dewi lestari-
Hanya dia yang kucinta berarti bersabar dalam proses, mencintai detik-detik berlalunya. Ke hatinya aku ingin pulang bahwa segala sesuatu akan sampai pada waktunya. Ini maksudnya nyisipin lagunya Dewi Lestari karena emang suka, terus bisa dibilang ngena' untuk merangsang airmata dan mengikis kesombongan, kejahatan, kedengkian, pokoknya segala kekhilafan yang uda banyak dilakukan (astaghfirulloohal'adziim...).
Kalau makna aslinya Lagu "Pulang" jauh dari tulisan saya ini, mohon maaf yaaa... :)
PS:
Link sumber fotonya di sini
Wassalamu'alaikum warohmatulloohiwabarokaatuh
























