Sunday, January 26, 2014

Ini masih pagi kan?

Assalamu'alaikum warohmatulloohiwabarokaatuh


Tes, 1 2 3.
Tidak bisa dia pungkiri lagi, kali ini dia semakin tersadar bahwa dia telah jatuh, jatuh sejatuh-jatuhnya. Mendengar dari balik dinding kamar, "Hebat tuh, Mbak Kate Midleton" bukanlah hidangan yang nikmat untuk disantap sekalipun dia belum sarapan. Sebaliknya, mungkin kalimat itu terdengar seperti sebilah pisau yang mencabik-cabiknya, habis...

Ini masih pagi kan?
Udara bahkan masih terasa dingin tetapi kenapa di dalam sini tidak seperti pagi biasanya?

Stop.
Aku ingin menulis tentang pagi ini tanpa aku harus mengganti apa yang sebenarnya dengan kata-kata kiasan. Aku ingin jujur tapi aku tak mau menjadi malu karenanya. Aku ingin menangis tapi aku pun tak mau menjadi ditertawakan karenanya. Aku ingin pergi tapi aku juga tak ingin kepergianku nanti justru memaksaku untuk ingin kembali...
 
Detik ini.
Entah seperti apa persisnya perasaan yang dirasakan. Mungkin seperti pecundang yang diingatkan lagi bahwa dia harus pergi. Pergi dari tempat ternyamannya, pergi dari suasana termanjanya, pergi dari orang-orang tersayangnya. Hidupnya bukan hanya saat ini, bukan hanya di tempat ia ada sekarang, bukan hanya di suasana Minggu pagi seperti sekarang...
 

PS
Pernah lihat anak kecil manis yang menangis sambil duduk di bawah kaki pintu yang terkunci?
Abaikan saja... ;) 

Gambar dari sini , Thank You. 

Wassalamu'alaikum warohmatulloohiwabarokaatuh

No comments:

Post a Comment

Terimakasih :)