Assalamu'alaikum warohmatulloohiwabarokaatuh
Tes, 1 2 3.
Tidak bisa dia pungkiri lagi, kali
ini dia semakin tersadar bahwa dia telah jatuh, jatuh sejatuh-jatuhnya. Mendengar dari balik dinding kamar, "Hebat tuh, Mbak Kate
Midleton" bukanlah hidangan yang nikmat untuk disantap sekalipun dia belum sarapan. Sebaliknya, mungkin kalimat itu terdengar seperti sebilah pisau yang mencabik-cabiknya, habis...
Ini masih pagi kan?
Udara bahkan masih terasa dingin tetapi kenapa di dalam sini tidak seperti pagi biasanya?
Stop.
Aku ingin menulis tentang pagi ini tanpa aku harus mengganti apa
yang sebenarnya dengan kata-kata kiasan. Aku ingin jujur tapi aku
tak mau menjadi malu karenanya. Aku ingin menangis tapi aku pun tak mau
menjadi ditertawakan karenanya. Aku ingin pergi tapi aku juga tak ingin
kepergianku nanti justru memaksaku untuk ingin kembali...
Detik ini.
Entah seperti apa persisnya perasaan yang dirasakan. Mungkin seperti pecundang yang diingatkan lagi bahwa dia harus pergi. Pergi dari tempat ternyamannya, pergi dari suasana termanjanya, pergi
dari orang-orang tersayangnya. Hidupnya bukan hanya saat ini, bukan hanya di tempat ia ada sekarang, bukan hanya di suasana Minggu pagi seperti sekarang...
Pernah lihat anak kecil manis yang menangis sambil duduk di bawah kaki pintu yang terkunci?
Abaikan saja... ;)
Wassalamu'alaikum warohmatulloohiwabarokaatuh

No comments:
Post a Comment
Terimakasih :)