Tuesday, February 25, 2014

Back Song: We Could Be In Love (Cover)

Assalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Apakah benar disebut juga back song untuk lagu yang terpasang di blog yang terdengar sepanjang blog itu tampil? Hehehe... penting abisss :D

Salah satu aksesoris blog yang ada di blog saya adalah music player. Kenapa? Karena buat saya blogwalking sendiri jadi terasa lebih enak aja, baca postingan sambil ada backsound-backsoundnya heheu. Yaaa walau kadang-kadang, saya sendiri juga sih ini, adanya music player yang play on suka ganggu kalo apa yang dibaca gak kunjung dipahami. Kalo uda gitu, bisa langsung klik stop kok ;)

Pertama kalinya bisa masang music player, saya pake lagunya Katharine Mcphee yang mestinya feat Zachary Levi, Terrified. Sayangnya, untuk blog (kayaknya sih) koleksi lagu khusus Terrified belum ada yang versi duetnya. Kayaknya sih ya, soalnya saya belum nemu-nemu :(
Karena alasan kurang seru gak ada Zachary tadi dan waktu itu juga kayaknya music playernya lagi korup akhirnya saya ganti backsound blog ini.

Suatu hari, dari twitter saya nemuin soundcloudnya Adera . Lalu tanpa ijin langsung (hihi...) saya pakelah  yang ini. Lalu sekian lumayan lama (bahasa apa ini heheh) akhirnya mood saya sampai pada "aku pengen ganti lagu baru". Entahlah, lagi-lagi saya mengunjungi soundcloudnya Adera dan nemuin lagu yang sedang Anda dengar sepanjang blog ini berlangsung *alah*. Saya gak yang lagi jatuh cinta atau kesemsem sama cowok cakep, catet. Tapi, dengerin lagu ini, dengerin genjrengan gitarnya Adera, suaranya Mytha Lestari lalu suara Adera bikin saya ketagihan untuk dengerin dan dengerin lagi. Dan sesuai lagunya juga, semoga siapapun yang kesasar ke sini semoga secara gak langsung kita bisa we could be in love ya sebagai teman ;)



 Ini saya lampirin liriknya (ancene senengane mosting lirik ae ._.')
Check it out...

Be still my heart, lately its mind is on its own
It would go far and wide just to be near you
Even the stars shine a bit bright I've noticed when you're closed to me
Tell me how, still it remains a mystery

Anyone who's seen us knows whats going on between us
It doesn't take a genius to read between the lines
And it's not just wishful thinking or only me whos dreaming
To know what these are symptoms of 
We could be in love

I ask myself why I sleep like a baby through the night
Maybe it helps to know you'll be there tomorrow
Don't open my eyes, I'll wake from the spell I'm under makes me wonder how
Tell me how, I could live without you now

And what about the laughter the happy ever after
Like voices of sweet angels calling out our names
But it's not just wishful thinking or only me whos dreaming
I know what these are symptoms of
We could be in love

All my life I have dreamed of this but I could not see your face
Don't ask why two such distant stars can fall right into place

-we could be in love (cover) / adera feat mytha lestari-


Foto Adera minjem dari sini


Wassalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Sabar

You can always make me smile, I try always make you smile

Assalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Kok lagunya Afgan judulnya Sabar? Awalnya sedikit penasaran. Pas dengerin sedikit cuplikan lagunya, dalam hati nanya, "Mana kata sabarnya?". Pas waktu lagi asik ngepel, gak sengaja denger di radio, "Ohhh kata sabar-nya di depan, bukan di reff". Lalu tiba-tiba ngena' bingit bagian "rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu", awww memori-memori kehidupan mulai berguguran hehehe... lebay ._.

Sabar, sabarlah cintaku
Hanya sementara kau harus dengannya, 
kau harus bersamanya kini
Sabar, sabarlah cintaku
Takkan selamanya karna sebenarnya
kau tahu sesungguhnya aku

Aku yang paling kau cinta, aku yang paling kau mau
Rahasiakan aku sedalam-dalamnya cintamu
Aku yang pasti kau cinta, aku yang pasti kau mau
Selamanya di hidupmu, aku kekasihmu

-afgan/sabar- 

Dari kecil, saya bisa dibilang hobi banget lari-lari cari kertas dan pulpen/pensil untuk dipake nulis lirik lagu yang lagunya pas ditayangin di TV atau diputer di radio. Pas jaman saya SD, selain banyak yang punya buku kecil khusus yang isinya biodata temen-temen sekelas, ada juga yang punya buku khusus lirik-lirik lagu. Yaaa kayaknya saya juga terobsesi punya buku lirik lagu gitu mangkanya tiap ada lagu favorit berkumandang, jari-jari tangan kanan saya langsung menari-nari tanpa pola, berantakan.

Sampai sekarang, saya masih suka dengan lirik lagu. Bukan lagi untuk ditulis di buku tapi untuk disimpan di komputer. Tapi yang saya suka aja. Kalau yang ngena' isinya, sejak nulis di Catatan Facebook, saya suka banget nyelipin lirik lagu di tulisan saya. Seolah-olah, kalau tulisan (ungkapan hati kalik ya tepatnya heheu) saya itu pelem, lirik lagu yang saya lampirin itu support soundtracknya hehehe... XD

Oke, kembali ke topik. Sabar.

Saya ada sahabat yang nun jauh di sana (serius, ini beneran lebayyy padahal deket aja). Jadi saya gak tahu pasti gimana dia menjalankan hari-harinya yang baru di awal-awalnya. Saya rasa dia enjoy-enjoy aja, saya harap juga gitu. Kayaknya sekarang semakin terasa enjoy. Entahlah. Kalau sampai sekarang pun saya masih yang bertanya-tanya sendiri, mungkin saya cuma ingin belajar memposisikan diri seperti dia. Pffft mata membengkak berhari-hari dulu mungkin, tembok uda banyak cakaran-cakaran kuku yang gak mood dipotong ._. Mungkin saya juga butuh banget Afgan atau sapa aja (hai di luar sana, siapapun yang paham) nyanyiin lagu ini buat saya, berulang-ulang sampai airmata habis, sampai airmata mengerti makna "hanya sementara". Perfecto lebay.

Rahasiakan aku sedalam-dalamnya,

Gak dalam posisi itu aja uda agak-agak bikin pengen nangis nih dengerin Afgan bilang sabar sabar mulu. Suaranya yang agak berat semacam dia bilang sabar sambil ngelus-ngelus kepala, pukpuk pundak, ato sambil meluk. Ah sudah, jangan diteruskan lagi. Kalau Afgan adalah ayah, suami, kakak ato adek kita #rapopo hihihi... ;)

Lirik lagu Afgan ini saya persembahkan untuk semua (yang gak sengaja terdampar di sini pastinya) yang mungkin sedang ada di situasi yang membutuhkan ekstra sabar untuk menghadapinya. Mungkin gak mudah, mungkin bikin pengen "muntah" tapi pasti bisa :')

Sabar, sabarlah cintaku...

Wassalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Kau telah lahirkan cintamu dalam diriku...

Assalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Dulu sewaktu saya masih kelas 3 atau 4 SD, pernah suatu hari saya mempunyai ide untuk bikin surat yang saya tujukan ke (yang saya anggap) sahabat. Tetangga yang juga kakak kelas saya, Kak Lia. Waktu itu Kak Lia ini ceritanya mau pulang ke Aceh. Gak lama sebenarnya, mungkin sekitar 1 mingguan, saya lupa. Tapi buat saya yang masih SD, itu lama. Satu mingguan itu lumayan bikin saya kecil kehilangan teman bermain, sedih. Sampai akhirnya saya bikinlah surat cinta untuk Kak Lia. Inti surat cinta saya itu adalah bahwa saya cemburu, cemburu kalau Kak Lia lebih dekat dengan teman main kami yang lain. Lalu apa yang terjadi sepulang Kak Lia dari Aceh? Saya berjaga jarak, beberapa hari sampai Alhamdulillah semua kembali normal. Aneh, terkesan jahat tapi buat saya itu surat pernyataan cinta saya ke Kak Lia. Bukan cemburu yang mungkin ingin saya ungkapkan tapi maksud kalau saya sayanggg banget sama Kak Lia, kalau saya gak mau kehilangan sahabat seperti dia, kalau saya bakalan gak kuat kalau Kak Lia tiba-tiba gak mau lagi temenan sama saya. Gitu, hehehe…

Beranjak sedikit remaja, saya pernah refleks menepis sambil meng”heh” dengan intonasi di luar kebiasaan saya ke teman yang bisa dibilang paling dekat. Kenapa? Karena sebelumnya, saya merasa ada kedekatan yang tidak biasa yang saya tangkap dari dia dengan teman lumayan dekat saya yang lain (bingung ya?). Kedua teman yang saya maksud ini perempuan loh, sama seperti saya hehehe…

Lebih remaja lagi, saya juga pernah kalap karena merasa teman duduk terdekat saya di kelas telah mengkhianati saya. Ketika kami pernah saling berlontaran bahwa kami ternyata sama-sama makhluk pencemburu, bahwa nanti ketika tur kami harus bersama-sama, justru dibuktikan dengan sebaliknya. Yang ini tidak perlu saya lanjutkan karena bikin trauma hehehe…

Kalau yang ini teman yang saya anggap sahabat yang kayaknya lebih tua setahun atau 2 tahun, saya lupa. Kok bisa lupa? Karena kita dari pertama kenal sampai gak lagi berkabar cukup singkat. Tapi luar biasanya justru di situ tertinggal kenangan yang indah. Waktu itu kita sama-sama membaur menjadi satu dalam persiapan menjelang SPMB. Ya, setelah pengumuman keluar, beliau gak ada kabar. Ditengokin ke kos kakaknya juga belum berjodoh. Tapi, gak papa. Namanya Mbak Ani. Baik banget.

Dan banyak lagi sahabat yang datang silih berganti dengan berbagai simfoni. Ada yang masih di sini tapi tak sedikit yang memilih pergi...

Hingga di waktu selanjutnya, dalam kondisi yang sudah berbeda, saya berdoa. Saya meminta ke Allah agar ngasih saya paling gak 1 aja sahabat yang benar-benar paket lengkap. Yang bisa nerima saya, ngertiin saya, yang karakternya 11 12 sama saya.

Lalu, apakah doa saya terkabul? Alhamdulillah iya. Siapa? Ada.

Sekarang, keanehan sifat saya itu kambuh lagi. Egois, saya akui. Dia, yang saya anggap sahabat, dapat kesempatan traveling (sebut saja begitu) untuk waktu yang saya juga gak tahu. Menggalaukan gilak ternyata ditinggalin dia (lebay lagi). Awalnya marah (ke diri sendiri sih maksudnya) tapi jatuh-jatuhnya yang kena sahabat saya ini juga. Menurut saya sih, sikap sms-sms saya menjelang dan mungkin sampai saat ini masih terkesan dingin. Seperti cerita saya tentang Kak Lia, ke dia yang ini pun sikap saya gak jauh beda. Semacam saya menjaga jarak. Kenapa? Saya gak tahan dengan rasa cinta yang ternyata cukup banyak untuk dia (ahayyy, jebret lebay lagi dan lagi!). Dengan kami mengurangi intesitas komunikasi, menurut pikiran saya yang lagi kalut, akan menjadi lebih baik setidaknyan untuk saya (tu kan, egois). Dan tadi, akhirnya saya gak tahan lagi untuk berkabar. Ajaibnya, menjelang saya mempersiapkan kata-kata sms untuk sahabat yang ini justru apa yang terjadi? Tanda pesan masuk berbunyi lebih dulu. Iya, sahabat yang 75% menuhin pikiran saya yang sms. Luar biasa memang kekuatan pikiran ._.

Kabut biru dalam hatiku perlahan memudar
Kala surya bersinar kembali
Damainya cahaya menyulam hati yang terluka
Tanyakan pada bulan dan bintang akankah sembunyi

Walau buih ombak berlabuh tanpa senyummu 
namun biru samudera penawar rindu
Bagai dewi turun ke bumi kehadiranmu
Ketulusan cintamu pada diriku

Damai yang menjelma di ruang hati yang terbentang
Dan hanya padamu ku nyanyikan terimakasihku

Bagai hujan turun ke bumi arti cintamu 
sirami kehidupan dengan kasihmu 
Walau kau tak slalu di sini dalam hidupku 
namun cinta sucimu di dalam kalbu

Bagai dewi turun ke bumi kehadiranmu
Kau lahirkan cintamu dalam diriku

-andien/kinasih-

Please, tulisan ini cuma buat konsumsi blog aja. Saya mellow tapi jangan dibawa ke dunia nyata. Boleh tapi cukup dalam nurani saja. Oh ya, semua dalam tulisan ini dibuat dari kacamata saya aja. Seperti permintaan saya agar dapat sahabat yang 11 12 dengan saya, bukan berarti karakter kami sedekat itu samanya. Karena dia jauh di atas saya. Artinya? Ya, dia jauh jauh jauh lebih baik (diteriakin temen-temen sekampung, bunyinya "yaeyalaaah")

oot, kacang ini ternyata rasanya enak banggget :D

Super love ya,
Dinda

Wassalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Wednesday, February 5, 2014

Look Back: End of 2013

Assalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Oh yeah, ini #latepost bebih! \m/

Tepat 4 Februari kemarin, Facebook genap 10 tahun. Ada produk terbarunya, namanya "look back". Look back ini berupa video yang isinya kapan pertama kali kita gabung di facebook, status dengan like terbanyak, foto-foto yang uda kita share. Lucu. Yang belum ngecek look back bisa klik di sini. Saya uda lihat look back fb saya yang isi fotonya 99% dibikucukucuk, like terbanyak 3 jempol, errr. Karena look back itulah saya jadi teringat dengan "proyek" #latepost yang belum terealisasi. 

Sebut aja look back ini end of 2013. Isinya, apa-apa yang ingin saya share selama (lebih ke akhir) 2013 tapi pending mulu dengan alasan gak bisa kasih watermark di potonya *penting banget* ._.

7 November
Alhamdulillah, ulang tahun ibu yang ke-55. Pesenannya Mas Embi sih ini lebih tepatnya. Iya, jadi Mas Embi yang nitip dibelikan ice cake untuk ngucapin ultah ke ibu karena sibuknya kerjaan dan rumah mas yang gak di surabaya. Lagi-lagi, FYI, kami sebenernya gak terbiasa dengan perayaan ulang tahun jadi InsyaAllah umi seneng dengan surprise sederhana Mas Embi yang diwakilkan oleh abi, Bila dan saya di rumah :D


22-28 Desember
Alhamdulillah, liburan menjelang akhir tahun yang menyenangkan. Tadinya saya pikir liburan ini lebih ke ngumpul keluarga aja tapi faktanya liburan ini lebih dari ngumpul keluarga. Bahkan bukan hanya ngumpul aja tapi kami juga bisa peluk, cium, gemes-gemes, gendong-gendong Alya sepuasss libur kami! XD




29 Desember
Alhamdulillah, Milo ulang tahun yang ke-2. Walau waktu itu Milo abis sakit, dengan ngerayain ultah bareng dengan temen dan sodara bikin dia seneng. No rewel dan yang juga penting, gak takut badut. Yeayyy :D




31 Desember
Apakah ini perayaan malam tahun baru? Bisa ya, bisa tidak. Ya karena saya, bila, umi dan abi keluarnya pas malem (5 jam menjelang 1 Januari). Tidak, karena pertama, kami malem itu cuma ke mall yang rute untuk ke sana bukanlah rute yang rame masyarakat yang mau bertahun baru. Kedua, karena kami cuma nyobain fire wing level 5, muter-muter mall, lalu pulang jauh sebelum jam 12. Ketiga, sampai rumah nonton tivi lalu ngantuk dan akhirnya tidur sembari terdengar jedak-jeduk petasan di luar yang serius nggangguuuu >.<


Syukur Alhamdulillah yang paling bisa menggambarkan perasaan saya di tahun 2013. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah. Dengan semua yang uda terjadi semoga bisa membuat saya menjadi manusia yang lebih baik lagi. Bye bye 2013...

By the way, happy birthday Facebook! :D


Super Love,
Me

Wassalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Sunday, February 2, 2014

Happy Birthday, Mas Embi!

Assalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Alhamdulillah, kemarin tanggal 1 Februari kakak saya yang pertama ulang tahun. Ini tahun ke-3 dimana Mas Embi ultah setelah dia resmi menikah. Selama hidup dalam satu rumah *alah bahasanya*, seinget saya belum pernah ngerayain ultahnya Mas Embi. Tahun pertama dan keduanya juga gitu sih kayaknya, gak yang khusus ngerayain seperti tahun ini. Ngerayain yang saya maksud bukan yang nyanyi rame-rame happy birthday tapi lebih ke ngumpul keluarga, tiup lilin dan potong kue.

Alhamdulillah, hari itu ternyata Mas Aik dan Mbak Edith dan Alya juga bisa ikutan ngumpul. Alhamdulillah yah, ngumpul lengkap lagi dengan mas-masku seperti ini rasanya sesuatuk. Alhamdulillah... :D

Sayangnya, pas Mas Embi mau niup lilin, Mbak Vita yang siang kami lihat sehat tiba-tiba uda yang selimutan di kasur. Mbak Vita kecapean kayaknya, sampai kita pamit pulang badannya anget :(

Mas Embi mah orangnya nyantai dari dulu. Niup lilin jongkok begitu aja uda asikh :D

XD

Baiklah, ini juga penting. Penting banget.
Maaf kepada masku, datang dan pamit pulangnya diriku sama sekali tak mencium tanganmu. Seriusan, lupa dan giliran inget malah mikir "Biarin aja, selama ini gak biasa cium tangan juga" hehehe peace  v(^o^)v  Btw, aku juga gak ngucapin selamat ulang tahun langsung ke Mas Embi *kebiasaan* *plak*

 Selamat ulang tahun, Mas Embi...
Semoga Mas Embi menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kehidupannya selalu penuh keberkahan, selalu dilindungi Allah SWT, selalu sehat, bermanfaat untuk semua orang, banyak rezeki, selalu menjaga sholat, menghidupkan lagi kebiasaan mengaji, merutinkan lagi puasa senin-kamis seperti yang aku tahu kebiasaan mas sekolah dulu. Pokoknya semua kebaikan semoga selalu tercurah buat Mas Embi. 
Aamiin aamiin aamiin yaa robbal'aalamiin... O:)


Super ,
Dinda
:)

Wassalamu'alaikum warohmatullaahiwabarokaatuh

Saturday, February 1, 2014

“Surat untuk Stiletto Book”



Hallooo Stilo...

Salam kenal. Saya Dinda, salah satu pembaca pendatang baru baik di fb ataupun webnya Stilo. Pertama kali tahu Stilletto Book waktu Mbak Octa ngeshare ‪#freetalk Stilo dengan Mbak Octa sendiri yang ternyata baru nerbitin "Geek in High Heels". Antara penasaran sebenarnya apa sih Geek in High Heels itu, apa hubungannya sama Mbak Octa, trus Stiletto Book itu juga apa??? Hehehe... Dari #freetalk tadi saya mulai buka fan page Stilo lalu saya like dan akhirnya sampailah saya di webnya dan yang pastinya saya banyak sekali melihat buku-buku yang uda diterbitin oleh Stiletto Book. Rasanya pengen punya semuaaa buku-bukunya... >.<

Sama sekali belum terpikirkan untuk beli buku-bukunya Stilo karena nyadar juga kalau #freetalk Stilo dengan Mbak Octa ternyata berhadiah Geek in High Heels. Saya cobalah ikutan bikin pertanyaan untuk Mbak Octa di #freetalk, ya kali aja dan agak ngarep banget juga bisa menang hehehe... Tapi sayangnya bukan saya yang berhasil mendapatkan bukunya *manyun*. Tapi tapi saya gak sedih berlama-lama kok karena saya juga tahu kalau Stilo waktu itu lagi ngadain #StilettoShockingSale. Nah, harus saya manfaatkan dong promo itu. Dengan sebelumnya, sedikit menghasut temen saya untuk mau ikutan juga belanja hehe... Ya, kami ambil promo yang Paket Chicklit! :D Jadi 1 paket tapi bayarnya berdua alias patungan ;) Berisi 4 buku, Geek in High Heels, Dunia Trisia, Last Roommate dan Janji Es Krim. Harganya yang mestinya Rp.148.000 sale jadi Rp.82.500 dan masih free agenda + pembatas buku + stiker yang kece abisss... :D

Baru kali ini saya tahu Stiletto Book. Dari baca postingan #freetalk sepertinya mbak mc-nya ramah, pas ngeliat postingan-postingan di fb dan webnya kayaknya nyenengin gitu pelayanannya. Sampai akhirnya, karena #StilettoShockingSale juga sih, saya beranikan diri dengan tekad yang bulat (hihi) untuk ngajak temen patungan beli. Informasi aja, ini pertama kalinya saya dan temen saya belanja online. Selama ini gak pernah sama sekali. Hasrat pengen belanja online sih uda sampai tumpah-tumpah tapi selalu aja diakhiri dengan yang perasaan ragu-ragu ngeluarin duit untuk belanja, takut nanti kecewa setelah belanja online, takut ketipu dan ketakutan-ketakutan lainnya *malah curhat* ._.

Gitu aja ya, Stilo. Semoga Stiletto Book bisa sering-sering ngadain #StilettoShockingSale ya hihihi... ataukah #freetalk atau semacamnya. Intinya, sering-sering aja kalau gak ngasih potongan harga ya bagi-bagi buku gratis *peace* V(^O^)V

Makasih, Stilo... :)